SISTEM ABSENSI TERINTEGRASI KURIKULUM 13 BERBASIS R+ PADA SDN SUKANAGARA
DOI:
https://doi.org/10.33050/tmj.v4i2.876Abstrak
Pada awal sejarah perkembangan sistem absensi di Indonesia dikenal sistem absensi secara lisan. Dahulu, penyampaian absensi dengan lisan dilakukan dengan cara mengumpulkan semua anggota, kemudian kepala regu maju di hadapan para karyawan lainnya untuk mengabsen satu per satu. Jika ada yang tidak hadir, maka ditanyakan apa penyebab dan alasannya. Setelah sistem penyampaian absensi secara lisan, mulai diterapkan sistem media kertas dan ini masih saja diterapkan di pendidikan dasar, khususnya di SDN Sukanagara. karena masih menyajikan informasi dengan sistem media kertas itu perlu adanya ketelitian untuk mengukur perbandingan rekapan suatu informasi absensi pada setiap mata pelajaran memerlukan waktu, sedangkan media penyimpanan datanya menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Ditambah para guru yang cukup sibuk dengan pekerjaanya sehingga seringkali lupa mengisi daftar absensi serta kurang efektif untuk menghadapi siswa yang membolos pada jam mata pelajaran. Guna memudahkan guru dalam melakukan pencatatan dan pengukuran absensi siswa pada setiap belajar mengajar, sistem absensi berbasis R+ yaitu suatu sistem yang dimana membantu guru dan wali kelas menyajikan informasi berupa form absensi dengan fitur web yakni bisa dijalankan melalui mobile. Sistem R+ juga menggunakan website berbasis mobile karena ringan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan agar sistem absensi ini dapat meningkatkan mutu absensi dalam proses belajar pada SDN Sukanagara.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Technomedia Journal

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





