PERANCANGAN ALAT PENUKAR KALOR MENGGUNAKAN HARGA FOULING FUNGSI WAKTU DAN KONDISI OPERASI BEDA TEMPERATUR RATA-RATA KONSTAN

Isi Artikel Utama

Wahid Nur Irianto

Abstrak

Persoalan utama pada perancangan alat penukar kalor adalah menentukan dimensi alat sesuai dengan data perancangan yang ditetapkan.Tulisan ini bertujuan merancang alat penukar kalor tipe shell and tube, one pass shell two pass tube dengan menggunakan harga fouling fungsi waktu. Alat akan dioperasikan pada kondisi beda temperatur rata-rata konstan. Pada perancangan ini, dilakukan perhitungan dengan beberapa variasi waktu alat akan dilakukan perawatan (cleaning), yaitu setelah 6 ; 9 dan 12 bulan, serta variasi beban termal, yaitu beban termalnya tinggal 60% ; 70%; 80% dan 90% dari kondisi awal. Beban termal yang direncanakan,  Q  = 506 900 W. Temperatur fluida yang direncanakan, Tci  =  38Tco  =  44Thi  =  62,  Tho  =  50  Dan ukuran pipa yang dipilih adalah, diameter pipa  do  =  0,013  m, panjang pipa  L  =  3,556  m.

Rincian Artikel

Bagaimana Mengutip
Irianto, W. (2018). PERANCANGAN ALAT PENUKAR KALOR MENGGUNAKAN HARGA FOULING FUNGSI WAKTU DAN KONDISI OPERASI BEDA TEMPERATUR RATA-RATA KONSTAN. Jurnal STT Yuppentek, 9(1), 27-34. Diambil dari http://ijc.ilearning.co/index.php/sttyuppentek/article/view/597
Bagian
Artikel

Referensi

Chandrasa Soekardi. 2002. Implikasi Perancangan Sebuah Penukar Kalor Dengan Faktor Pengotoran Fungsi
Waktu Terhadap Kinerjanya Pada Kondisi Operasi Beban Termal Konstan. POROS. Vol. 5 No. 2:
129 – 137.

Frank Kreith & William A. Black. 1980, Basic Heat Transfer, Harper and Row, New York.

Sadik Kakac & Hongtan Liu. 2002. Heat Exchanger, Selection, Rating and Thermal Design, CRC Press, Boca
Raton.

Wahid Nur Irianto, 2012, Prediksi Pembentukan Fouling Pada Alat penukar Kalor, Jurnal STT Yuppentek,
Vol. 8: 136 – 143.

Yogi S. Gaos & Chandra D. Widiawati. 2008. Reverse Engineering Oil Cooler PLTU Bukit Asam. Heat
Exchanger. Vol. 1 No. 1: 1 - 8.