ANALISA OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS SPINNING AND TAKE UP MACHINE 7 PFY FACTORY (Studi Kasus di PT Indonesia Toray Synthetics, Tangerang)

Isi Artikel Utama

Eko Kustiawan

Abstrak

Suatu proses produksi akan berjalan dengan lancar jika didukung dengan peralatan dan fasilitas yang memadai. Peralatan yang digunakan selama proses produksi akan mengalami penurunan fungsi yang akhirnya menyebabkan sebuah kerusakan setelah digunakan pada periode waktu tertentu sehingga menghasilkan losses (kerugian) berupa waktu dan hasil produksi. Untuk mengetahui dan meminimumkan losses yang terjadi, diperlukan adanya evaluasi kinerja dari peralatan produksi. Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah metode pengukuran efektivitas penggunaan suatu peralatan/mesin. OEE dikenal sebagai salah satu aplikasi progam Total Productive Maintenance (TPM) yang dapat mengidentifikasikan losses yang terjadi (dikenal dengan six big losses).  Saat ini proses pada Spinning and Take Up Machine 7 Polyester Filament Yarn Factory PT Indonesia Toray Synthetics (PT ITS) Tangerang sebagai salah satu penghasil undrawn yarn terbesar pada perusahaan tersebut memiliki permasalahan yang belum terungkap dengan jelas. Hal tersebut mengakibatkan penggunaan peralatan yang ada belum optimal. Pengungkapan akar masalah dan faktor penyebabnya diperlukan sebelum perusahaan melakukan usaha perbaikan. Penelitian ini dimulai dengan mengukur pencapaian nilai OEE dalam satu tahun 2014 dan melalui analisis pareto terhadap hasil pengukuran tersebut diperoleh akar permasalahan dan faktor penyebabnya yang secara jelas ditampilkan pada sebuah analisa dengan menggunakan why analysis dan menerapkannya sebagai improvement untuk meningkatkan efisiensi pada  Spinning and Take Up Machine 7.


Kata kunci:Overall Equipment Effectiveness, Pareto, Six Big Losses, TPM, Why Analysis

Rincian Artikel

Bagian
Artikel