KONDISI EKONOMI MASYARAKAT KASEPUHAN SINAR RESMI AKIBAT PERLUASAN KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK (TNGHS)

Isi Artikel Utama

MIA CLARISSA DEWI

Abstrak

Kegiatan illegal logging yang dilakukan oleh masyarakat kasepuhan di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) mengakibatkan deforestasi yang tinggi. Oleh karena itu, kawasan TNGH tersebut kemudian diperluas status kawasan konservasinya dengan hutan disekitar TNGH yaitu Gunung Salak, Gunung Endut dan hutan produksi terbatas menjadi kawasan konservasi TNGHS. Perluasan kawasan TNGHS ini telah mengakibatkan kondisi ekonomi masyarakat mengalami perubahan, sehingga penelitian bertujuan untuk mengkaji dampak perluasan tersebut terhadap perubahan luas lahan pertanian (huma), perubahan strategi nafkah dan perubahan pendapatan pertanian (PUT). Penelitian ini dilakukan di Kasepuhan Sinar Resmi Sukabumi. Pengambilan data dilakukan di Bulan Agustus 2011 dengan metode kuesioner dan wawancara dan dianalisis secara deskriptif. Perluasan kawasan TNGHS mengakibatkan huma masyarakat kasepuhan Sinar Resmi berkurang dari 800m2 menjadi 400m2. PUT masyarakat juga berubah yaitu dari Rp 940493/bulan menjadi Rp 712188/bulan. Penurunan PUT tersebut ditingkatkan dengan pendapatan dari luar pengelolaan hutan sebagai bentuk strategi nafkah yang terdiri dari beternak, buruh, berdagang, tukang ojeg dan membuat kerajinan.


Kata kunci: pendapatan dari pertanian, perluasan TNGHS, strategi nafkah

Rincian Artikel

Bagian
Artikel